Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita menjumpai gerak suatu benda yang berputar (melingkar), misalnya gerakan jarum jam, gerakan baling-baling helikopter dan sebagainya.
Gerak Melingkar adalah gerak suatu benda dalam suatu lintasan melingkar dengan kecepatan tertentu. Contoh gerak melingkar dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: gerak ujung baling-baling kipas angin, gerak mobil di tikungan jalan dan gerak bumi mengelilingi matahari.
Gerak Melingkar Beraturan (GMB)
Gerak melingkar beraturan merupakan gerak melingkar yang besar kecepatan sudutnya tetap terhadap waktu atau percepatannya sudutnya sama dengan nol.
Periode adalah waktu yang diperlukan suatu benda untuk melakukan satu putaran.
Frekuensi adalah jumlah putaran yang dilakukan benda dalam satuan waktu.
Dengan:
T = periode (s)
f = frekuensi (Hz)
t = waktu (s)
n = banyak putaran
Posisi sudut adalah besarnya sudut yang menyatakan panjang lintasan suatu benda yang bergerak melingkar dalam selang waktu tertentu atau bisa dikatakan sudut tempuh benda yang bergerak melingkar.
dengan:
θ = posisi sudut (rad)
s = panjang lintasan (m)
R = jari-jari (m)
Kecepatan linear (v) merupakan hasil bagi panjang lintasan linear yang ditempuh benda dengan selang waktu tempuhnya.
dengan:
v = kecepatan linear (m/s)
T = periode (s)
f = frekuensi (Hz)
R = jari-jari (m)
Kecepatan sudut merupakan besar sudut yang ditempuh tiap satu satuan waktu.
dengan:
ω = kecepatan sudut (rad/s)
T = periode (s)
f = frekuensi (Hz)
Hubungan kecepatan linear dan kecepatan sudut.
dengan:
v = kecepatan linear (m/s)
ω = kecepatan sudut (rad/s)
R = jari-jari (m)
Besar kecepatan linear pada gerak melingkar beraturan adalah nol. Namun, arah kecepatan linear berubah setiap waktu. Perubahan arah ini menyebabkan adanya selisih kecepatan linear. Selisih kecepatan dalam selang waktu tertentu selalu menuju pusat lingkaran. Selisih atau perubahan arah kecepatan linear pada selang waktu tertentu menyebabkan adanya percepatan yang arahnya selalu menuju pusat lingkaran yang disebut dengan percepatan sentripetal.
dengan:
as = percepatan sentripetal (m/s2)
v = kecepatan linear (m/s)
ω = kecepatan sudut (rad/s)
R = jari-jari (m)
Sumber:
Josephine, Neny Else. 2020. Modul Pembelajaran Fisika SMA. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Atas.
Tidak ada komentar
Posting Komentar